Bendungan Jatiluhur mulai di bangun pada tahun 1957 saat era Presiden Soekarno dan di rampungkan pada saat era Presiden Soeharto tahun 1967. DI kerjakan oleh Kontraktor dari Perancis bersama Tenaga-tenaga ahli dan buruh dari Indonesia . Mega proyek ini menelan biaya yang besar apalagi di bangun saat negara masih dalam kesulitan ekonomi. Selain biaya yang besar proyek ini juga konon menurut pengakuan orang-orang yang pernah terlibat langsung dalam pembangunannya,termasuk Ayah saya juga pernah bertugas sebagai petugas kepolisian yang berjaga di Proyek tersebut, bendungan ini menelan korban jiwa yang tidak sedikit dalam proses penggarapannya. Maka tak aneh jika disamping cerita betapa proyek yang luar biasa ini ada juga cerita mistis yang berkembang bersamanya.
Pada awal mulanya bendungan Jatiluhur
merupakan satu-satunya bendungan yang ada di jalur sungai Citarum,
sebelum dibangun pula waduk Saguling yang beroprasi tahun 1985 dan
dilanjutkan waduk Cirata yang beroprasi pada tahun 1988. Bagi masyarakat
yang bermukim pada jalur sungai Citarum ini memiliki cerita Mitos yang
sudah di turunkan secara turun menurun, termasuk pada saat penulis
menghabis kan massa kecilanya di daerah bendungan Jatiluhur ini, yaitu
mitos tentang adanya penguasa mistis bendungan Jatiluhur, yang bernama
Mbah Jawer.
Dikisahkan pada waktu itu ada sebuah
keluarga yang bermukim di daerah aliran sungai Citarum yang tengah
menunggu kelahiran anaknya. Setelah menunggu sekian lama akhirnya anak
yang di tunggu - tunggu pun lahir juga. Namun tak disangka Putra yang
dilahirkan memiliki kejanggalan dari fisik si jabang bayi, yaitu
ternyata si jabang bayi memiliki Jawer (Serupa jengger ayam ) di
kepalanya. Karena malu jika memiliki anak yang ber- jawer sang ayah pun
kebingungan, lalu si ayah pergi menemui orang pintar di daerah itu. Sang
ayah bertanya pada orang pintar itu perihal putranya yang memiliki
jawer itu. Menurut orang pintar itu bahwa jika si anak di pelihara maka
daerah itu akan menjadi kota besar namun jika di buang maka daerah itu
akan tergenang air atau tenggelam. Karena tak kuat menanggung malu
akhirnya si anak ber-jawer ini di buang oleh sang ayah di sungai
Citarum.
Sampai akhirnya Dibangunnya bendungan
Jatiluhur yang konon pula saat proses pembangunan sampai setelah
bendungan ini berjalan sudah merenggut banyak korban jiwa. Banyak warga
yang menghubung-hubungkan jikalau korban-korban ini adalah hasil
perbuatan dari si anak berjawer itu yang sekarang menjadi mitos sebagai
penguasa mistis bendungan jatiluhur dengan sebutan Mbah Jawer. Bahkan
sampai saat ini orang- orang yang tau akan cerita mitos ini, menyarankan
agar orang untuk tidak menyebutkan nama Mbah Jaewr ketika mereka berada
di dekat bendungan ini.
Walau sulit dibuktikan kebenaranya namun cerita mitos ini sudah sangat
di kenal oleh orang-orang yang pernah tinggal atau pernah mengahbiskan
masa kecilnya di daerah dekat bendungan ini termasuk saya.http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/07/29/mbah-jawer-dan-bendungan-jatiluhur/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar